MODEL PEMBELAJARAN PAUD dan contoh RPPH
Sedangkan uraian singkat
masing-masing model pembelajaran PAUD bisa dilihat pada uraian berikut ini :
Model pembelajaran berdasarkan
kelompok masih banyak digunakan TK-TK di Indonesia, namun perkembangan model
pembelajaran selalu berkembang. Kini sudah banyak TK yang menggunakan model
pembelajaran yang lebih variatif.
Dalam model pembelajaran
berdasarkan kelompok dengan kegiatan pengaman, adalah pola pembelajaran dimana
anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok, biasanya anak dibagi menjadi 3
(tiga) kelompok, dan masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang
berbeda-beda. Dalam satu kali pertemuan, anak harus menyelesaikan 2 – 3 kegiatan
dalam kelompok secara bergantian.
Apabila dalam pergantian
kelompok, terdapat anak-anak yang sudah menyelesaikan tugasnya lebih cepat dari
pada temannya, maka anak tersebut dapat meneruskan kegiatan lain sejauh di
kelompok lain tersedia tempat. Namun apabila tidak tersedia tempat, maka anak
tersebut dapat bermain pada tempat tertentu di dalam kelas yang telah
disediakan guru yang disebut dengan kegiatan pengaman. Pada kegiatan pengaman
sebaiknya disediakan alat-alat yang lebih bervariasi dan sering diganti
disesuaikan dengan tema atau sub tema yang dibahas.
Kegiatan belajar mengajar dengan
model pembelajaran berdasarkan sudut-sudut kegiatan, menggunakan
langkah-langkah pembelajaran hampir sama dengan model pembelajaran area, hanya
sudut-sudut kegiatan selayaknya lebih bervariasi dan sering diganti,
disesuaikan dengan tema dan sub tema yang dibahas.
Model pembelajaran berdasarkan
Area lebih memberikan kesempatan kepada anak didik untuk memilih/melakukan
kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya. Pembelajarannya dirancang untuk
memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik anak dan menghormati keberagaman budaya
dan menekankan pada pengalaman belajar bagi setiap anak, pilihan-pilihan
kegiatan dan pusat-pusat kegiatan serta peran serta keluarga dalam proses pembelajaran.
Perkembangan terakhir tentang
model pembelajaran di PAUD adalah model pembelajaran berdasarkan sentra yang
mempunyai ciri utama yaitu pemberian pijakan (scaffolding) untuk
membangun konsep aturan, ide, dan pengetahuan anak serta konsep densitas dan
intensitas bermain.
Model pembelajaran ini adalah
pendekatan pembelajaran yang berfokus pada anak yang dalam proses
pembelajarannya berpusat di sentra bermain dan pada saat anak dalam lingkaran.
Pada umumnya pijakan/dukungan dalam model ini untuk mendukung perkembangan
anak, yaitu pijakan setelah bermain.
Pelaksanaan model pembelajaran
terakhir ini sekarang masih berada pada tahap rintisan yang masih dilaksanakan
oleh beberapa TK yang diperkirakan memungkinkan, karena model ini membutuhkan
persiapan yang cukup matang dengan sarana bermain yang lebih lengkap.
Masing-masing model pembelajaran
memiliki kekurangan dan kelebihan serta memerlukan kondisi yang berbeda-beda.
Oleh sebab itu guru dapat memilih model pembelajaran yang akan digunakan dengan
mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki, sarana dan prasarana yang tersedia,
serta faktor pendukung lainnya.
Macam-Macam
Sentra Pembelajaran PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
1. Sentra Balok
Sentra balok
memfasilitasi anak bermain tentang konsep bentuk, ukuran, keterkaitan bentuk,
kerapihan, ketelitian, bahasa, dan kreativitas. Bermain balok selalu dikaitkan
dengan main peran mikro, dan bangunan yang dibangun anak digunakan untuk
bermain peran.
Alat dan
bahan main Sentra Balok:
o
balok-balok dengan berbagai bentuk dan ukuran
o
balok asesoris untuk main peran
o
lego berbagai bentuk
o
kertas dan alat tulis
2. Sentra Main Peran Kecil (Mikro)
Main peran
kecil mengembangkan kemampuan berpikir abstrak, kemampuan berbahasa,
sosial-emosional, menyambungkan pengetahuan yang sudah dimiliki dengan
pengetahuan baru dengan menggunakan alat main peran berukuran kecil.
Alat dan
Bahan Sentra Main Peran Kecil (Mikro):
o
berbagai miniatur mainan
o
berbagai mainan alat rumah tangga
o
berbagai mainan mini alat kedokteran
o
berbagai mainan mini alat transportasi
o
berbagai mainan mini alat tukang
3. Sentra Main Peran Besar (Makro)
Sentra main
peran mengembangkan kemampuan mengenal lingkungan sosial, mengembangkan
kemampuan bahasa, kematangan emosi dengan menggunakan alat main yang berukuran
besar sesuai dengan ukuran sebenarnya.
Alat dan
bahan Sentra Main Peran Besar (Makro):
o
mainan untuk pasar-pasaran
o
mainan untuk rumah-rumahan
o
mainan untuk dokter-dokteran
o
mainan untuk kegiatan pantai
o
mainan untuk tukang-tukangan
o
mainan untuk kegiatan nelayan
o
mainan salon-salonan, dll.
4. Sentra IMTAQ
Sentra Imtaq
mengenalkan kehidupan beragama dengan keterampilan yang terkait dengan agama
yang dianut anak. sentra Imtaq untuk satuan PAUD umum mengenalkan atribut
berbagai agama, sikap menghormati agama.
5. Sentra Seni
Sentra seni
dapat dibagi dalam seni musik, seni tari, seni kriya, atau seni pahat.
Penentuan sentra seni yang dikembangkan tergantung pada kemampuan satuan PAUD.
Disarankan minimal ada dua kegiatan yang dikembangkan di sentra seni yakni seni
musik dan seni kriya. Sentra seni mengembangkan kemampuan motorik halus,
keselarasan gerak, nada, aspek sosial-emosional dan lainnya.
6. Sentra Persiapan
Sentra
persiapan lebih menekankan pengenalan keaksaraan awal pada anak. penggunaan
buku, alat tulis dapat dilakukan di semua sentra, tetapi di sentra persiapan
lebih diperkaya jenis kegiatan bermainnya. Pada kelompok anak paling besar yang
segera masuk sekolah dasar, frekuensi main di sentra persiapan lebih banyak.
Kegiatan persiapan dapat juga diperkuat dalam jurnal siang.
7. Sentra Bahan Alam
Sentra bahan
alam kental dengan pengetahuan sains, matematika, dan seni. Sentra bahan alam
diisi dengan berbagai bahan main yang berasal dari alam, seperti air, pasir,
bebatuan, daun. Di sentra bahan alam anak memiliki kesempatan menggunakan bahan
main dengan berbagai cara sesuai pikiran dan gagasan masing-masing dengan hasil
yang berbeda. Gunakan bahan dan alat yang ada disekitar. Perhatikan
keamanannya. Bahan dan alat yang digunakan harus bebas dari bahan beracun atau
binatang kecil yang membahayakan.
8. Sentra Memasak
Sentra
memasak kaya dengan pengalaman unik bagi anak mengenal berbagai bahan makanan
dan proses sain yang menyenangkan. Di sentra memasak anak belajar konsep
matematika, sains, alam, dan sosial sehingga menunjang perkembangan kognitif,
sosial-emosional, bahasa, motorik, dan juga seni, serta nilai agama.
Model-model
tersebut di atas merupakan hasil penelitian dan penerapan para pakar pendidikan
anak usia dini yang berlangsung bertahun-tahun sebelum disosialisasikan lebih
luas. Pengkajian oleh para ahli dilakukan untuk mengetahui sejauhmana
efektivitas model-model tersebut mampu membantu anak dalam belajar.
Setiap model
model memiliki kekuatan dan keunggulan masing-masing. Oleh karena itu, apa pun
model yang digunakan, anak bisa bermain nyaman, aman, dan berkembang kemampuan
berpikir kritis, kreatif, dan perilaku baiknya.
Perkembangan
terakhir tentang model pembelajaran di PAUD adalah model pembelajaran
berdasarkan sentra yang mempunyai ciri utama yaitu pemberian pijakan (scaffolding)
untuk membangun konsep aturan, ide, dan pengetahuan anak serta konsep densitas
dan intensitas bermain.
Model
pembelajaran ini adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada anak yang
dalam proses pembelajarannya berpusat di sentra bermain dan pada saat anak
dalam lingkaran. Pada umumnya pijakan/dukungan dalam model ini untuk mendukung
perkembangan anak, yaitu pijakan setelah bermain.
Pelaksanaan
model pembelajaran terakhir ini sekarang masih berada pada tahap rintisan yang
masih dilaksanakan oleh beberapa TK yang diperkirakan memungkinkan, karena
model ini membutuhkan persiapan yang cukup matang dengan sarana bermain yang
lebih lengkap.
Masing-masing
model pembelajaran memiliki kekurangan dan kelebihan serta memerlukan kondisi
yang berbeda-beda. Oleh sebab itu guru dapat memilih model pembelajaran yang
akan digunakan dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki, sarana dan
prasarana yang tersedia, serta faktor pendukung lainnya.
RENCANA
PROGRAM PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH)
TAMAN KANAK
KANAK AKHLAKUL KARIMAH 2019/2020
Semester/Minggu ke/Hari ke : II/ 8/ 2
Hari/tgl : Rabu/11
September 2019
Kelompok usia :
B (5-6 Tahun)
Tema/sub tema :
Alam Semesta/ Pegunungan (gunung meletus)
KD :
1.1- 1.2- 2.1- 2.3- 2.5- 3.1- 4.1- 3.2- 4.2- 3.8- 4.8- 3.13- 4.13
Materi :
- Alam semesta ciptaan Tuhan
- Bersyukur
- Kebersihan diri sendiri
- Mengembangkan hasil karyanya
- Bercerita tentang pengalaman
- Hafalan doa sehari-hari
- Perbuatan baik terhadap sesama
- Suasana pegunungan
-
Beradaptasi dengan lingkungan
Kegiatan main :
kelompok dengan kegiatan pengaman
Alat dan bahan :
- pasir
- soda dan
cuka
- pewarna
makanan warna merah
- detergen
- kertas
-
krayon/spidol
- pensil
- mangkok/piring
Karakter :
Rasa ingin tahu
PROSES
KEGIATAN
A. PEMBUKAAN
1.
Penerapan SOP pembukaan
2.
Berdiskusi tentang gunung meletus
3.
Berdiskusi tentang terjadinya gunung meletus
4.
Gerak dan lagu naik-naik ke puncak gunung
5.
Mengenalkan kegiatan dan aturan yang digunakan bermain
B. INTI
1.
Membuat percobaan gunung meletus dengan menggunakan
bahan-bahan yang telah disediakan
2.
Membagi kelompok yang membuat eksperimen gunung
meletus dan yang menggambar gunung meletus kemudian bergantian
C. RECALLING
1.
Merapikan alat-alat yang telah digunakan
2.
Diskusi tentang perasaan diri selama kegiatan bermain
3.
Bila ada perilaku yang kurang tepat harus didiskusikan
bersama
4.
Menceritakan dan menunjukkan hasil karyanya
5.
Penguatan pengetahuan yang telah didapat anak
D. PENUTUP
1.
Menanyakan perasaan anak selama hari ini
2.
Berdiskusi kegiatan apa saja yang sudah dimainkannya
hari ini, mainan apa yang paling disukai
3.
Bercerita pendek yang berisi pesan-pesan
4.
Menginformasikan kegiatan untuk besok
5.
Penerapan SOP penutupan.
E. RENCANA PENILAIAN
1.
Sikap : bersyukur atas nikmat Tuhan dan menggunakan
kata sopan saat bertanya.
2.
Pengetahuan dan keterampilan
-
Dapat bercerita tentang gunung meletus
-
Dapat melakukan percobaan gunung meletus
-
Dapat membentuk gunung dengan teknik merobek dan
meremas
-
Dapat menggambar gunung meletus
Mengetahui ,
Kepala Sekolah, Guru
Kelompok
Eva Yulia W, S.Pd, M.Pd Wahyu Yulia Eva, S.Pd
Komentar
Posting Komentar